Selasa 30 May 2023 13:05 WIB

Bakrie Amanah Usung Program Kurban Bantu Lengkapi Kebutuhan Gizi Indonesia

Bakrie Amanah usung tema 'Kurban Lengkapi Kebutuhan Gizi' di momen Idul Adha.

Laznas Bakrie Amanah di momen Idul Adha tahun 2023 ini mengusung tema Kurban Lengkapi Kebutuhan Gizi.
Foto: Dok. Bakrie Amanah
Laznas Bakrie Amanah di momen Idul Adha tahun 2023 ini mengusung tema Kurban Lengkapi Kebutuhan Gizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen hari raya Idul Adha selain kewajiban umat muslim untuk berhaji, kemeriahan Idul Adha juga ditandai dengan penyembelihan serta pembagian hewan kurban. Jika kita melihat dari perspektif kesehatan masyarakat, momen ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi rakyat Indonesia.

Untuk itu, Laznas Bakrie Amanah di momen Idul Adha tahun 2023 ini mengusung tema 'Kurban Lengkapi Kebutuhan Gizi'. Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi buruk, salah satunya kekurangan asupan protein hewani yang mengandung gizi lengkap. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat konsumsi protein sangat timpang pada kelompok masyakarat berpengeluaran rendah, sedang, dan tinggi.

Baca Juga

Rendahnya tingkat konsumsi protein hewani juga dapat dipahami, hal ini mengingat daging sapi masih menjadi barang mahal untuk dibeli, tidak semua orang mampu membelinya setiap saat. Untuk itulah, Idul Adha menjadi kesempatan bagi sebagian masyarakat untuk memperbaiki asupan gizi hewani, khususnya yang berasal dari daging sapi dan kambing.

Berbagi daging kurban dapat diarahkan pada upaya memperbaiki gizi masyarakat Indonesia. Tantangan dalam momen kurban  adalah pada distribusi daging kurban yang belum merata. 

Di sebuah daerah hewan kurban yang terhimpun bisa berlimpah, namun tidak demikian halnya dengan daerah lain yang bahkan sama sekali tidak ada hewan qurban yang disembelih. Inilah pentingnya pengaturan dalam hal distribusi daging kurban untuk mendapatkan pemerataan distribusi.

Laznas Bakrie Amanah sendiri sudah menginventarisasi daerah-daerah yang memerlukan asupan gizi protein yang akan ditawarkan kepada masyarakat calon pekurban atau biasa disebut mudhohi. Beberapa lokasi yang menjadi target distribusi  program kurban Bakrie Amanah  adalah beberapa lokasi di provinsi NTT yang menempati urutan pertama provinsi dengan gizi buruk di Indonesia menurut data BPS. 

Selain itu, ada Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Utara dan Riau. Hal ini pula yang ditegaskan oleh Direktur Bakrie Amanah, Setiadi Ihsan, bahwa Kurban yang dilaksanakan seharusnya mempunyai nilai tambah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. 

“Di tahun ini, Bakrie Amanah telah berkomitmen untuk memberikan nilai tambah dari pelaksanaan ibadah kurban dengan mendorong para pekurban untuk dapat berpartisipasi dalam program penguatan gizi masyarakat Indonesia,” jelas Setiadi.

Pada tahun 2002 lalu, kurban Bakrie Amanah telah menebarkan manfaat  di 65 titik penyembelihan yang tersebar di 41 kota di 16 Provinsi Indonesia dengan rincian hewan kurban sebanyak 227 Ekor Sapid an 170 Ekor Kambing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement