Waspada Nomophobia

Waspada Nomophobia
Gadget memang asyik dan seru. Tapi jangan lupa masih ada 'real world' yaaa... Foto Ilustrasi : Hudi Prabudiyo. Model : Olive







Menganggur, macet, deadline tugas, nilai IPK anjlog, gagal menikah, merupakan sebagian soal penyebab gangguan kecemasan, bahkan pada tingkat tertentu bisa menyebabkan stres. Apalagi di era teknologi sekarang ini, semakin banyak kemudahan muncul juga banyak kecemasan dan gangguan kejiwaan. Namanya Nomophobia. Nah, lo? Ini fobia (phobia) apa lagi?

Seperti yang kita ketahui, fobia merupakan rasa takut yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapinya. Bagi sebagian orang, pengidap fobia sulit dimengerti. Seperti fobia atau takut melihat kucing (felinophobia) misalnya. Kucing yang lucu dan menggemaskan itu, akan terlihat menyeramkan dan menakutkan bagi penginap fobia.

Nah, bagaimana dengan nomophobia? Hemm, kalau ada tanda-tanda berikut: Tidak bisa tidur tanpa gadget di sampingnya, mimpi gadgetnya hilang, cemas sampai keringat dingin karena lupa menaruh gadget, sinyal buruk dan baterai lemah langsung bad mood, membawa gadgetnya saat beraktifitas di kamar mandi, dan merasa resah jika gadget harus di nonaktifkan. Awas! Jika salah satu dari tanda-tanda tersebut ada yang dirasa, berarti sedang terserang fobia tanpa mobile atau gadget alias nomophobia.

Yap, begitulah cara mengenal nomophobia. Gangguan psikologis yang disebabkan oleh gadget ini merupakan fobia yang muncul di era teknologi seperti sekarang ini. Nomophobia dapat menyerang siapa saja, baik yang muda ataupun yang sudah lanjut usia.

Kata nomophobia pertama kali muncul saat penelitian dari kantor pos Inggris yang bekerjasama dengan organisasi riset YouGov. Istilah ini, merupakan penggalan kata dari ‘No-Mobile-Phobia’. Penelitian dilakukan untuk melihat kecemasan yang diderita pengguna ponsel. Dalam penelitian tersebut, ditemukan hampir 53 persen pengguna ponsel di Inggris cenderung cemas ketika kehilangan ponsel, baterai lemah dan minim jangkauan sinyal.

Nggak jauh berbeda di Indonesia, rasanya dapat dijumpai setiap orang di negeri ini sudah asyik dan ketergantungan dengan gadgetnya. Apalagi dengan fasilitas dan keunggulan gadget sekarang, serasa semua kebutuhan dapat dipenuhi dalam satu genggaman. Semua informasi yang terjadi di dunia ini dapat mudah diketahui hanya cukup melihat gadgetnya. So, gadget jadi begitu penting. Tapi kayaknya dunia nggak cuma selebar gadget  yaa… Yuk, waspada nomophobia…