Warna-Warni Dunia Anak di ‘Princess, Bajak Laut & Alien’

Warna-Warni Dunia Anak di ‘Princess, Bajak Laut & Alien’
Potongan adegan dalam keempat film omnibus 'Princess, Bajak Laut & Alien'. (foto : Cinema Delapan)







Weekend nanti, Jannaration bisa banget loh kalau mau ajak keluarga, khususnya adik main ke bioskop. Soalnya, bakal seru banget kalau mereka kamu ajak nonton film ‘Princess, Bajak Laut & Alien’. Film bergenre petualangan anak ini berisikan empat cerita berbeda, yaitu terdiri dari ‘Misteri Rumah Nenek’ yang disutradarai oleh Eko Kristianto, ‘Babeh Oh Babeholeh Alfani Wiryawan, ‘Kamu Bully, Aku B-Boy’ oleh Rizal Mantovani, serta ‘Princess, Bajak Laut & Alienyang digarap Upi.

Cinema Delapan yang sebelumnya juga memroduksi film anak berjudul ‘Pasukan Kapiten’, kali ini membuat film anak yang lebih ceria, simple, dan fun lewat ‘Princess, Bajak Laut & Alien’. Masing-masing sutradara membuat cerita dengan gaya dan inspirasi yang bertujuan mengajak anak-anak menjadi lebih gigih, cerdas, berani, serta memiliki pola pikir juara.

Di judul pertama, ‘Misteri Rumah Nenek’ mengajak penonton menikmati petualangan kakak beradik Iqbal (Risjad Aden) dan Salsa (Kayla Kristianto). Mereka yang memiliki karakter berbeda terpaksa harus bersatu dan kompak saat terjebak dalam situasi yang sulit saat berlibur di rumah nenek mereka. Eko Kristianto yang menyutradarai film ini mengaku nggak mengalami kesulitan berarti. Ia bilang, karakter yang terbangun sudah cukup memberikan konflik yang menarik di film yang Eko berikan sedikit sentuhan horor ini. Selain itu, di film ini Eko yang sebelumnya terlibat dalam produksi film omnibus ‘Rectoverso’, berkesempatan mengarahkan anak kandungnya, Kayla Kristianto, bermain film.

Bagian kedua, film ‘Babe Oh Babe’ memusatkan cerita pada hubungan ayah dan anak yang diperankan Tora Sudiro sebagai Rojali dan Raza ‘Super 7’ sebagai Jupri. Hubungan keduanya mulai nggak akur waktu Jupri mulai merasa malu atas pekerjaan Rojali sebagai penyanyi dangdut di kampung mereka tinggal. Melalui film ini, Alfani ingin menggambarkan sedikit konflik yang mungkin hanya dialami oleh anak-anak yang berasal dari kaum marginal. “Ide dasar dan konsepnya sebenarnya dari Upi lalu kita kembangkan. Pesannya yakni ternyata untuk anak-anak dari kaum marginal ini, adalah momok sendiri buat mereka ketika harus bercerita tentang keluarga,” ungkapnya saat konferensi pers di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta (05/01).

Meski menceritakan kesedihan yang dialami Jupri, namun kita akan banyak terhibur dengan adegan kocak, terutama yang dimunculkan lewat karakter Rojali sang ayah. Lewat film ini, Tora Sudiro yang memerankan Rojali juga mengaku tertantang karena harus berperan sebagai penyanyi dangdut. Tora menyanyikan sendiri lagu dangdut berjudul ‘Cinta’, lagu dangdut pertama yang diciptakan Aksan Sjuman khusus untuk film ini. Sebelum produksi di mulai pun, Tora juga berlatih koreografi dari Denny Malik. Selain itu, anak kandung Tora juga muncul sebagai cameo di film ini.

Sedangkan, isu bullying yang kerap terjadi pada anak-anak terwakili lewat film ‘Kamu Bully, Aku B-Boy’ yang disutradarai Rizal Mantovani. Film ini bercerita keseharian anak SD bernama Mikal (Viriya Rici) yang harus menghadapi bullying yang dilakukan Gilang (Alfian Adam) yang sudah SMA. Mikal yang benci akan kelakuan Galang akhirnya berani melawan Galang dengan kemampuannya melakukan breakdance di kompetisi B-boy. Melalui film ini, Rizal berharap pesan yang Ia sampaikan bisa berarti buat anak-anak yang mengalami bullying, terlebih orang tua. “Dia di-bully tapi dia tidak berani mengutarakan pada ortunya, akhirnya dia melawan tapi dengan prestasi. Buat orang tua juga harap jadi perhatian kalau anak nggak cerita apa-apa bukan berarti nggak punya masalah,” ucap Rizal.

Terakhir, film ‘Princess, Bajak Laut & Alien’ menghadirkan cerita tentang Troy (Bima Azriel) yang sangat tidak sociable. Hanya berteman dengan buku dan tidak suka bermain sehingga banyak temannya yang mengejek Troy sebagai anak yang aneh. Apalagi, saat orang tuanya membuatkan pesta kostum untuk merayakan ulang tahun Troy. Troy yang memilih kostum alien justru makin ditertawakan oleh teman-temannya. Kehadiran anak berkostum bajak laut dan princess akhirnya hadir memberikan warna tersendiri buat Troy. Kisah ini merupakan kisah yang dipilih oleh Upi sang sutradara untuk menyampaikan pesan bagi para orang tua untuk selalu mendukung anak mereka, bagaimana pun mereka. Lewat film bersetting retro ini, digambarkan anak seperti Troy bukanlah anak yanga aneh, melainkan anak yang istimewa.

Meskipun film ini bergenre film anak, Janna merekomendasikan film ‘Princess, Bajak Laut & Alien’ ini ditonton oleh keluarga loh Jannaration.. Very entertaining yet exiciting!