Thomas ‘Omar’ Abercrombie Lebih Suka Berbuat

Thomas ‘Omar’ Abercrombie Lebih Suka Berbuat
Thomas J. Abercrombie di Timur Tengah, 1965 (foto: NatGeo)

Pengalaman perjalanan menjadi seorang fotografer mengantarkan seorang Thomas  J. Abercrombie menjadi wartawan foto pertama yang melakukan perjalanan ke kutub Selatan pada tahun 1956. Nggak hanya itu, penulis staf senior dan fotografer untuk majalah National geographic ini, telah melakukan perjalanan ke semua tujuh benua. Wow, hebat ya.

Lahir di Stillwater, Minnesota, pada 13 Agustus 1930. Di negara bagian Washington  inilah ia bertumbuh dan memulai karirnya sebagai fotografer profesional di Forum Fargo dan Milwaukee Journal. Dia adalah alumnus Macalester College. Foto-fotonya sangat inovatif dan menakjubkan, sehingga dengan cepat dapat menarik banyak perhatian dan pujian.

Di tahun 1960an, Abercrombie menghabiskan banyak waktu di Timur Tengah. Dalam perjalanannya itulah, ia memilih untuk memeluk agama Islam. Bukan cuma soal foto yang ia kuasai, bahasa Arab, Spanyol, German dan Prancis juga ia kuasai. Seperti yang dimuat di National Geographic (08/2006), peraih Photographer of the Year dari National Press Photographer Association (NPPA) National Magazine (1954) ini, juga pandai membaca Al Quran.

Dalam perjalanannya di Timur Tengah, Abercrombie mengganti namanya menjadi Omar. Namun begitu, ia nggak menggumbar ke Islam sebagai agama barunya ke semua orang. Baginya perbuatan lebih penting dari seribu kata-kata. Keimanan pada agama Islam sangat murni datang dari lubuk hatinya. Keinginananya menjadi jembatan pemahaman antara dunia Islam dan Barat.

“Prestasi profesional paling membanggakan adalah menulis dan memotret ‘The Sword and Sermon,’” ucapnya. Tulisan yang dimuat pada tahun 1972 tersebut, membawanya ke Kazakhtan. Di sana Abercrombie mengunjungi sebuah masjid di Alma Ata dan mendirikan shalat Jumat bersama umat muslim setempat.

Wajah 'Omar' Thomas J. Abercrombie di Majalah

Wajah ‘Omar’ Thomas J. Abercrombie di Majalah

“Saya memperkenalkan diri pada sheikh di sana. Sambil kami berbicara bahasa Arab, jamaah orang Kazakhstan tua yang jumlahnya makin membesar, mulai berkumpul mengeliling kami. Ketika saya memperlihatkan foto-foto Mekkah dan ibadah haji, mereka hampir menangis. Banyak yang mengusap baju saya lalu menyapu muka mereka dengan mendapatkan berkah dari seorang haji. Saya menjadi sangat emosional,” cerita Abercrombie seperti dimuat di National Geografic (08/2006)

Pada 3 April 2006, sang fotografer legendaris meninggal dunia di Rumah Sakit Johns Hopkins, Baltimore, Maryland. Walau raganya telah tiada, tapi karya-karya tetap hidup dan menginspirasi banyak orang. Diantaranya foto jurnalistiknya yang didokumentasikan dalam film, Macan Putih: The Adventures of Thomas J. Abercrombie, Blue Marlin Productions tahun 2004. Dan artikel tribute Abercrombie, “A Life Geographic” yang dimuat di majalah NatGeo.

So, akankah muncul  Thomas J. Abercrombie (Omar) berikutnya yang lebih suka berbuat ketimbang mengumbang seribu kata tanpa makna.