Save The Hamster, Save Indonesia

Save The Hamster, Save Indonesia







Pernah dengar game bernama Save The Hamster ? Bagi yang belum tahu, pasti geleng-geleng kepala. Hee. Game racikan tim Solite Studio ini terbilang masih baru. Adalah Asadullohi Ghalib Kubat, ketua dari tim tersebut yang berasal dari kampus Universitas Trunojoyo Madura.

Selama dua minggu, di pertengahan Januari lalu, Ghalib, Miftah, Tony, Bagus, dan Fahrur mengkonsep game sedemikian rupa, dan akhirnya dapat menjadi juara utama di kompetisi Imagine cup 2013 yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia di Jakarta 12 April 2013 lalu.

Game ini menceritakan 4 ekor hamster yang tersesat ketika ingin pulang ke rumah. Tugas pemain adalah menolong hamster-hamster tersebut biar bisa kembali pulang. Kemasan yang fun, addictive dan mendidik, bakalan menjera efek positif buat gamer. Apanya yang mendidik? Begini, menurut cowok kelahiran Bangkalan, 22 Februari 1991 ini, nilai edukasinya terletak pada game play di setiap level. Di mana pemain harus menempatkan hamster pada lubang yang benar sesuai dengan tempatnya. Lubang yang benar bisa dilihat dari operasi matematika yang tertulis dalam tanah.

Caranya pun sangat mudah. Terdapat tiga sampai empat ekor hamster yang berada di atas box, ada juga yang tergantung di tali. Tugas pemain adalah bagaimana caranya agar hamster-hamster tersebut dapat kembali ke lubang yang benar. Cara mengetahui lubang yang benar, dengan memperhatikan angka yang terdapat pada tubuh tiap hamster, lalu cocokkan dengan symbol operasi matematika yang terdapat di dalam tanah.  Serrru kaaan.

Memang, main game bisa melalaikan. Bahkan bagi pecandu game, hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk bermain game. Dari situlah, Ghalib dan teman-temannya menyisipkan unsur edukasi pada setiap game yang dibuat. “Kami ingin game tidak hanya membuat orang fun, tapi juga memberikan dampak positive bagi kehidupan, dan tentunya bisa memberi sentuhan edukasi pada permainan,” aku  Ghalib.

Karena sifatnya edukatif dan fun. Jadi, karya anak bangsa ini dapat dinikmati mulai dari anak-anak usia sepuluh tahun sampai orang tua. Tapi, yang paling menarik bagi anak dari pasangan Takliman dan Sufiah ini, adalah bisa menciptakan produk yang nantinya akan dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Apalagi kalau game ini dapat ngeboom, pastinya akan menambah rasa bangga sebagai anak bangsa Indonesia. Impiannya, menjadikan tim Solite Studio sebagai game company yang sustainable adalah mimpi yang harus diwujudkannya.

Sebagai arek Madura, semangat mereka tidak pernah sulut. Keep on trying, positif thinking, never give up. Menjadi prinsip mereka dalam berkarya. Sepatutnya, kita juga bisa tersetrum dengan semangat dan prinsip positif mereka, ya nggak sob.Foto Tim Imagine Cup 2013

At least, dengan munculnya game ini, bisa memperlihatkan bahwa karya anak bangsa Indonesia dapat sejajar dengan karya-karya bangsa lain. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi negara yang lebih produktif dan menjadi bangsa yang besar. So, let’s support Save The Hamster to Save Indonesia.