Merengkuh Dunia dari Kursi Roda

Merengkuh Dunia dari Kursi Roda
Foto By: Syukron Ali

Perkembangan internet tidak lagi membatasi manusia untuk berinteraksi, menggali informasi dan tak sedikit pula yang menjadikannya sumber ekonomi. Setuju? Yups, cukup kamu klik dan ketik keyword yang dicari. So, you can see everything in the world, dengan cepat dan mudah. Apalagi untuk penyandang disabilitas seperti Habibi Afsyah ini. Berkat, perkembangan internet, nama Habibie dikenal luas dimasyarakat. Bukan karena keterbatasan fisiknya. Tapi, karena karya dan usaha yang digelutinya dari kursi roda.

Well, rasanya kiprah Habibie tak bisa dilepas dari peran orang tua. Terutama Endang Setyati, ibunya. Jauh-jauh hari sejak anak ke delapannya ini, mengidap penyakit Muscular Dystrophy. Yaitu, sebuah penyakit dari mutasi gen (turunan), yang menyebabkan kelemahan pada otot-otot dan melumpuhkan seluruh anggota badannya. Praktis, hanya kepala dan tangan kanan yang bisa digerakkan. Sudah ia siapkan sedemikian rupa untuk masa depan Habibie.

Awalnya Setyati mengaku bingung dan khawatir dengan kondisi Habibie. Rasanya, tidak mungkin Habibie bisa mandiri dan produktif. Apalagi pendidikan formalnya berhenti di tingkat SMA. Tapi, Setyati tak habis akal. Ia tawarankan pada Habibie untuk mengembangkan minatnya di design grafis dan game online. Setelah banyak membaca, akhirnya keputusan itu, jatuh pada kursus internet markerter di tahun 2007. Di tahun itu juga, Habibie mulai aktif menjadi markerter di Amazon.com.

“Awalnya saya ajukan untuk buka internet, tapi mama nggak setutu, ya akhirnya aku dipaksa untuk ikut kursus,” kenang Habibie. Nggak sia-sia rasanya. Tiga puluh juta sebagai modal awal, bisa kembali melebihi modal kali pertama dikeluarkan. Meski semua anggota badan pria kelahiran Jakarta, 06 Januari 1988 ini lumpuh. Tapi, otak dan kreatifitasnya tidak akan pernah lumpuh. Begitu menerapkan ilmu internet marketing, ia bisa meraup keuntungan rata-rata $ 500-$ 3.000 per bulannya. Kalo dirupiahkan, pastinya melebihi gaji UMR Jakarta lah yaaw, hee. Terhitung, sepanjang tahun 2011 saja, jumlah uang yang masuk kekantong doi sebesar $ 11.901. Woow.

Nggak cuman di Amazon.com saja loh. Founder Yayasan Habibie Afsyah ini, juga mengelola website rumah101. Tempat jual beli rumah di Jakarta. Ada juga ponsel-quran.com. sebuah produk pad Quran yang sangat interaktif. Udah? Beluum, Habibie juga punya jualgpstracker.com. Situs penjualan gps kendaraan yang murah. Hermm, pokoknya semua yang berhubungan dengan dunia online, ia geluti deeh. Hebatnya lagi, semua itu, hasil inovasinya sendiri loh. Mantaab!

“Seganteng apapun rupa kita, kalau nggak punya penghasilan sendiri pasti nggak pede kan,” ujar Habibie bangga. Mengenai kondisi fisiknya, Habibie tidak pernah takut. Apapun yang akan terjadi dikemudian hari, ia akan terus ikhlas. Sebab dengan bersikap ikhlas akan lebih bahagia.

Dengan kemampuan yang habibie miliki, ia tularkan kepada seluruh penyandang disabilitas. Baik tuna daksa, netra, rungu dan lainnya. Salah satunya dengan memberi pelatihan kepada tuna netra. Meski tidak dapat melihat, tapi Habibie dengan segala keterbatasannya dapat menyadarkan mereka untuk melek teknologi. Bagus tuh, jadi nggak melulu jadi tukang pijat.

Kedepannya, dengan membentuk Indonesian Disabled Care Community (IDCC). Habibie ingin membentuk masyarakat yang inklusif. Tidak ada lagi skat antara penyandang disabilitas maupun non disabilitas. Meski menyandang disabilitas, pada dasarnya anak punya hak untuk dicintai, mendapat pendidikan, berkarya dan hak untuk bekerja di instansi pemerintah atau swasta.

Atas jasa dan kiprah tersebut, ia diganjar dengan banyak penghargaan. Diantaranya mendapat Best of the Best Wirausaha Indonesia dari Kementrian Koperasi dan UKM, suhu internet markerter pilihan Favorite masyarakat di Danamon Award 2012.

“Setiap orang punya kekurangan. Jangan minder dengan kekurangan. Kenali kekuranganmu, lalu jadikan kekurangan itu sebagai kelebihan,” pungkas Habibie