Kamu Pelupa? Ayo Latih Otak…

Kamu Pelupa? Ayo Latih Otak…







Meski masih muda, kita sering kali bermasalah dengan daya ingat. Kenapa kita mudah lupa? Soalnya informasi yang baru kita terima nggak serta merta langsung kesimpen permanen di cortex cerebri atau otak depan. Informasi masih hilir mudik sebagai reverberating circuits, yakni berupa aktvitas listrik di bagian tengah otak (hipokampus, hipotalamus). Hmm..inilah yang disebut sebagai ingatan jangka pendek atau recent memory.

Inilah mengapa ketika selesai membaca satu buku kemudian membaca buku yang lain yang terjadi adalah kita sering lupa. dr. Julintari Indriyani SpS., mengatakan kalau hal yang sama terjadi juga kala kita terburu-buru atau multitasking sehingga informasi hanya sempat mengisi lubang memori jangka pendek, dan ketika kesibukan lain mengisi kepala kita, maka filter otak akan menyaring dan membuangnya. “Bila usia muda merasa sering lupa, bisa jadi karena kurang atensi. Jadi sesuatu yang masuk di otak, lewat saja, tidak disimpan dengan baik”, jelasnya.

Nah, kalau kamu sering ngerasa kayak gitu, daya ingat kamu masih bisa dibenerin kok, apalagi usia masih muda. Ini tipsnya :

  • Tingkatkan stamina otak. Ngelakuin hal-hal simple sekaligus melatih kerja otak, bisa kamu lakukan dengan sering mengisi TTS, rajin membaca, atau bermain catur. Jangan lupa, konsumsi makanan bergizi atau kalau perlu minum vitamin otak.
  • Jangan suka menunda. Biar nggak lupa, langsung kerjakan apa yang ingin atau harus dikerjakan. Jangan suka menunda-nunda dan jaga konsentrasi.
  • Rancang teknik belajar. Buatlah ringkasan atau mnemonic yang memudahkan kamu mengingat dan mengerti pelajaran. Lalu, konsentrasi belajar 30-45 menit. Tiga kali sehari dengan jeda, bisa jadi lebih efektif daripada 4 jam terus-menerus.
  • Olahraga rutin. Ketika berolahraga, otak akan tercukupi asupan oksigen yang merupakan salah satu bahan bakar terpenting otak. Selain itu, imbangi kegiatan kamu dengan istirahat yang cukup.

Intinya, otak yang sering digunakan, membuat lebih banyak sambungan axon. Ibarat pohon, rantingnya makin banyak bersambungan, menyebabkan “sebuah pesan/perintah” lebih cepat dihantarkan. Bayangkan dengan otak yang jarang dipakai berpikir/beraktivitas, tidak banyak sambungannya, lebih lama menyampaikan pesan, ya kan??