Indonesia Negeri Saba (Bagian 4)

Indonesia Negeri Saba (Bagian 4)
Sidrin Qolil di Istana Ratu Boko sebagai gambaran Sidrin Makhduud yang ada di Surga. Di lokasi ini pula ditemukan lempengan emas bertuliskan bismillahirahmanirahim sebagai surat ancaman dari Nabi Sulaiman.







Selain ketiga penunjuk fakta, di Indonesia Negeri Saba (Bagian.3). Berikut Janna sertakan pula penunjuk fakta lain yang nggak kalah menarik. And, pastinya makin membuat penasaran dan bisa jadi persepsi lama tentang Borobudur dan Negeri Saba akan berbenturan. Haduh, sakit doong. Hee. Oke langsung saja simak ya.

  1. Peristiwa Quantum

Peristiwa quantum adalah peritiwa yang nggak biasa. Bisa sebuah keistimewaan atau kelebihan.  Walau berarti kelebihan, tapi bukan hal yang biasa. Fadhlud itu sesuatu yang luar biasa, di luar kemampuan manusia untuk memikirkannya. Dalam Al Quran dinamai dengan fadhlun. Beberapa kata fadhlun terdapat pada QS. Ar Ra’d (13):4, QS. An Naml (27): 15-16,& 40.

Perpindahan Arsy Saba ke Wadin Namlu di zaman Nabi Sulaiman, adalah peristiwa Quantum yang dapat dibuktikan. Kejadian itu, meninggalkan sebuah perubahan iklim secara mendadak. Karena Asry Saba dipindah dengan 60.000 x C (kecepatan cahaya). Akibatnya, bumi mengalami pendingingan secara tiba-tiba.

  1. Ice Cap

Pendinginan bumi secara tiba-tiba itu, dapat dilihat dengan adanya Ice cap di gunung Quelccaya Peru. Ahli Paleoclimatologi Lonnie Thomson dari Ohio State University, telah melakukan 30 kali ekspedisi ke daerah ice cap terbesar di daerah tropik itu, sejak 1974. Di sana ia menemukan fosil tanaman yang masih segar dan terbekukan dengan cepat.

Pembekuan ini, nggak hanya di Quelccaya. Tapi juga di gunung Kalimanjaro Afrika dan lereng pegunungan Alpen di Austria. Akibat pemanasan global, tahun 1991 di lereng gunung Alpen ditemukan seorang manusia es yang diberinama TZI.

  1. Kode Asry (sayap malaikat)

Jika Arupadhatu di bagi atas delapan (8) bagian, seperti dalam QS. Al Haqqoh (69): 17, maka dapat dilihat, bagian Arupadhatu itu, dikelilingi oleh 8 malaikat. Karena, malaikat mempunyai 2 dan tiga 3 dan 4 sayap. “Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap 2 dan 3 dan 4,” [QS. Faathir (35): 1]

So, kalau arupadhatu diekpresikan oleh seperdelapan (di bagi menjadi 8) bagian, akan nampak bentuk stupanya berderet dari bagian atas menjadi 2 dan 3 dan 4 stupa. Untuk menunjukan, bahwa arupadhatu dikelilingi oleh malaikat.

  1. Sidrin Qolil

Di istana Ratu boko, seluas 400m x 500m dengan tiga tingkatan dataran terjadi kekosongan yang misterius. Kalau pertama datang ke lokasi, seolah nggak ada bangunan mewah di sana. Tapi, disudut tanah tinggi itu, tersisa sedikit bangunan. Sedikit ini yang dikenal dengan nama Qolil. Yang kemudian disebut sebagai Sidrin Qolil [QS. Saba (34):16], sebagai gambaran Sidrin Makhdhuud [QS. Al Waqi’ah (56):28] di Surga.

Stupa yang tertinggal di Ratu Boko berbentuk sama dengan batu di stupa Borobudur yang nampak seperti meleleh. Inside foto: bentuk batu di stupa Borobudur

Stupa yang tertinggal di Ratu Boko berbentuk sama dengan batu di stupa Borobudur yang nampak seperti meleleh. Inside foto: bentuk batu di stupa Borobudur

Selain dua surat itu, data Al Quran, menunjukan ada 2 kata Sidru lainnya. Yaitu, pada QS. An Najm (54):14 &16. Selama ini Sidrin diartikan pohon. Nah, untuk memahami arti Sidrin, ada baiknya mengetahui lokasi saba terlebih dahulu. Sebab, kamus kata Sidru ada di Saba.

Nggak hanya hilang, sisa-sisa bangunan itu terlihat seperti telah dirusak. Dilokasi ini pula, tepatnya di kolam mandi. Ditemukan lempengan emas bertuliskan lafadz bismillahirrahmanirahim. Sebagai surat ancaman dari Nabi Sulaiman yang ditujukan kepada Ratu Saba.

Dilokasi ini juga, ada potongan stupa yang sama persis bentuknya dengan stupa di Borobudur. Ukiran batu dan ukuran bentuknya sama persis di stupa arupadhatu di Borobudur. Tempat sujud menghadap ke matahari, yang dipisah bagian cowok dan cewek juga ada di sana. Serta beberapa batu berserakan dekat tempat sujud yang KH. Fahmi Basya yakini sebagai batu penggertakan dari tentara (jin) nabi Sulaiman, kepada tentara (jin) Ratu Saba yang enggan tunduk kepada Nabi Sulaiman untuk menyembah Allah.