Indonesia Negeri Saba (5)

Indonesia Negeri Saba (5)
Puluhan batu gangsing yang sama bentuk, warna dan beratnya. Inside foto. Batu gangsing yang terkelupas. Lokasi Istana Ratu Boko







  1. Karya Jin

Puluhan batu gangsing yang sama bentuk dan beratnya masih bisa di saksikan di Istana Ratu Boko. Di salah satu bagian batu gangsing itu, ada yang pecah memanjang seperti terkelupas ketika masih lunak saat membuatnya. Nggak hanya itu, relief-relief di Borobudur menunjukan bukti bahwa cara membuatnya bukan dipahat, tapi dilunakan. Seperti model relief rambut diplintir, jenggot terulur, brankas mutiara Nabi Sulaiman dan pipi tembem.

  1. Buah Pahit

Setelah banjir Arim yang disebut di QS Saba (34) :16, terdapat sebuah pohon pahit yang Allah gantikan. Nah, ternyata di sekitar kawasan Borobudur itu, ada sebuah pohon yang buahnya bernama Maja yang rasanya juga pahit. Menurut KH. Fahmi Basya buah tersebut yang dijadikan ‘buah mulut’ oleh rakyat akan sebuah kerajaan terkenal bernama Maja Pahit.

Formasi gambar 1,3,1,1 dengan wajah yang berbeda di dinding lantai 5 Rupadhatu

Formasi gambar 1,3,1,1 dengan wajah yang berbeda di dinding lantai 5 Rupadhatu

  1. Monumen Bangsa-Bangsa

Kalau melihat relief Borobudur dinding lantai 5 Rupadhatu, ada 4 kotak relief yang berulang sebanyak 65 kali. 1 seorang wanita (1 gambar), 2. Seorang laki-laki di apit dua wanita (3 gambar), 3. Seorang wanita (1 gambar), 4. Seorang sedang duduk (1 gambar).  Dan terulang terus 1,3,1,1 gambar sebanyak 65 kali, dengan mengubah-ubah wajah sebagai wakil dari umat manusia.

Fenomena wajah diganti-ganti ini, memperlihatkan suatu fenomena umat manusia di muka bumi sebagai monumen bangsa-bangsa. Nggak mudah loh, membuat aneka wajah di atas batu. Pastinya pembuat tersebut dari sebuah kerajaan dengan tentaranya yang dahsyat. Kira-kira kerajaan siapa ya, yang bisa mengitari bumi dan menaklukan bangsa-bangsa itu?

  1. Lembah Semut

Di sekitar Borobudur, terutama di wilayah kompleks Borobudur bagian utara. Ternyata di temukan banyak jenis semut yang bersarang di banyak tempat di pohon. Salah satunya semut Dompo (dampa). Bekas gigitannya terasa gatal di kulit, membengkak bulat mirip terkena cacar. Semut Dampa perutnya hitam, kakinya kekuning-kuningan dan bandannya sedikit lebih besar.

  1. Bangunan dasar Laut

Di sebelah utara Jayapura sekitar 62 km, ada sebuah bangunan yang tingginya mencapai 1,8 km. Dan lepar 2,7 km. Jika diletakkan piramida khufu dengan panjang 146,5 m. Akan nampak bangunan itu lebih besar dari piramida di Mesir yang terkenal itu. Bangunan itu, sebagai bukti akan adanya sebuah kerajaan besar dan dahsyat yang pernah ada di muka bumi ini. Pembuat bangunan itu pastilah tentara Nabi Sulaiman.

Dan, masih banyak penunjuk bukti lain yang belum bisa Janna bagi di sini. KH Fahmi Basya mengaku, penelitiannya ini terinspirasi oleh monumen nasional (monas). Di usia 22 tahun, ia membaca buku Dibawah Bendera Revolusi Bung Karno. Ia bermimpi bertemu dengan sang proklamator itu. Dalam mimpinya, ia menanyakan tentang konsep monas yang berbentuk piring terbang (Arupadhatu borobudur) terbalik. Dengan emas kuning di atas sebagai simbol asap. Ketertarikannya pada Borobudur mengantarkan anak perwira TNI AD itu, menulis buku Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman setelah melakukan penelitian selama 33 tahun dan melakukan 17 kali ekpedisi Jelajah Negeri Saba.

Nggak hanya KH Fahmi Basya, beberapa masyarakat sekitar Borobudur juga meragukan klaim bahwa bangunan megah itu adalah candi Budha. Salah satunya Mulyadi (35). “Saat usiaku 13 tahun, aku merenung. Sepertinya lokasi Borobudur ini pernah didatangi oleh suatu kerajaan besar di bumi. Saya yakin Borobudur adalah suatu mu’jizat nabi yang ada di tanah Jawa. Jika di lihat dari arti bahasa Sansekerta, Syailendra berarti Raja gunung. Bisa jadi, yang dimaksud itu adalah nabi Daud,” ujarnya pada Janna Sabtu malam (25/1).

Sebelum mengakhiri penjelasan KH Fahmi Basya tentang Borobudur dari sudut pandang Al Quran malam itu. Salah satu peserta menyatakan bahwa apa yang dilakukan KH Fahmi Basya, sebagai penunjuk bukti baru Borobudur. “saya kira, penelitan ini bukan untuk membuktikan suatu bukti. Tapi sebagai penunjuk bukti bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman, dan Indonesia Negeri Saba,” jelas Margetty Herwin, Couch Bisnis yang berdomisili di Jakarta.

Well, biar makin sip dan matang untuk mengetahui semua misteri tentang Borobudur dan Negeri Saba, akan lebih baik jika semua kalangan melibatkan diri dalam penelitian ini.