Indonesia Negeri Saba (2)

Indonesia Negeri Saba (2)
Relief di Borobudur yang menunjukan adanya serah terima kerajaan dari Nabi Daud (kiri atas) ke Nabi Sulaiman (kanan.pakai mahkota raja).







Dari sekian banyak nabi Allah. Adalah Nabi Daud AS yang memiliki kerajaan terdahsyat yang pernah ada di muka bumi ini. Salah satu rekam jejak kekuasaannya adalah sabighot. Seperti yang Janna tulis sebelumnya, lewat sabighot inilah, Nabi Daud AS menaklukan gunung-gunung. Karena Nabi Daud dikenal sebagai raja gunung, pastinya pergi ke daerah yang banyak gunungnya doong. Nah, Informasi tersebut, dapat kamu lihat pada QS Shaad (38): 18-20 dan QS. Saba (34): 10 ya..

Sebelum Nabi Daud meninggal, kerajaan dahsyat miliknya di warisi kepada Nabi Sulaiman. Dalam Al Quran disebutkan pada QS. An Naml (27:16) “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata,”

Di zaman Nabi Sulaiman inilah, atas izin dari Allah SWT. Manusia, burung dan jin tunduk dalam perintahnya. Nggak hanya data dalam Al Quran, relief di Borobudur pun menunjukan bukti serah terima kerajaan dari Nabi Daud ke anaknya, Nabi Sulaiman. Hmm, kok bisa yaa?

Kalau Klaim Van Erp bahwa Borobudur adalah candi Budha, lalu mengapa di sana ada kisah selain Budha ya? Seperti kisah Nabi Yunus, Nabi Nuh, manusia burung, kisah Ratu Saba (Balqis) dan beberapa kisah lainnya. Yang menunjukan relief-relief tersebut nggak dipahat, tapi di lunakan. Ya, semacam membentuk adonan kue gitu.

So, wajar saja kalau Borobudur, Pawon dan Mendut berada dalam satu bujur garis lurus. Coz yang buat itu tentaranya Nabi Sulaiman. Ya, siapa lagi kalau bukan para jin yang mampu membuat gedung-gedung tinggi, patung-patung, piring yang besar. Atas izin Allah SWT, para jin bekerja di bawah perintah Nabi Sulaiman. Di antara mereka ada yang bekerja di darat maupun di dasar laut.

Atas-ke kanan: Rambut diplintir, kisah Nabi Yunus, Nabi Nuh, pernikahan manusia burung dan Ratu Saba saat masuk ke Istana.

Atas-ke kanan: Rambut diplintir, kisah Nabi Yunus, Nabi Nuh, pernikahan manusia burung dan Ratu Saba saat masuk ke Istana.

Data tersebut dapat dilihat pada QS. Saba (38): 12. Berikut penggalannya. “…Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya…” dan “Dan syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam Asyfaad,”[QS, Shaad (38): 37-38).

Nah, sekarang di manakah lokasi kisah Nabi Sulaiman itu? Pastinya di negeri yang bernama Saba, seperti yang terlutis dalam Al Quran itu. Sebagian para ahli berpendapat, salah satunya ilmuan dari Turki, Harun Yahya. Bahwa Negeri Saba itu ada di daearah Ma’rib, Yaman.

Jika menelaah Firman Allah SWT “..dan Tuhanmu maha memelihari segala sesuatu,” [QS. Saba (20): 21]. Harusnya ada sisa peninggalan negeri Saba di Ma’rib, Yaman Selatan. Salah satunya, kisah berpindahnya Arsy Ratu Saba ke tempat Wadin Namlu (lembah semut). Yaitu, tempat berkumpulnya Nabi Sulaiman dengan para tentaranya. QS. An Naml (27): 18 dan 40.

Mayoritas berpendapat, karena keingkaran pada Allah SWT, tanah Saba yang tadinya subur makmur dikirim banjir Arim yang merubah Negeri Saba menjadi gersang penuh padang pasir. Berbeda dengan pendapat KH. Fahmi Basya. Menurutnya, sesuai dengan Firman Allah “Untuk setiap kabar ada faktanya, dan nanti kamu akan mengetahuinya,” [QS. Al An’am (6): 67].

Negeri Saba tempat berpindahnya Arsy Saba ke Wadin Namlu, bukan di Yaman. Tapi di Indonesia. Yap, secara tegas, ia menunjukan banyak bukti sesuai paparan Al Quran, bahwa negara Indonesia adalah Negeri Saba, dan Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman.