Friendly Bang Hoody

Friendly Bang Hoody







Bagi sebagian chef, masakan itu sudah ada pakemnya. Ya, semacam ada pantangannya gitu. Kalo bumbu A tidak boleh dicampur dengan bumbu B dan seterusnya. Hermm. Agaknya, hal tersebut tidak berlaku di Warung Bang Hoody (WBH). Selain mencampur aduk aneka bahan masakan dari belahan dunia. Dari mulai resep Italy, China dan Asia. Pemilik WBH, Hoody Segaf, juga mencampuraduk konsep restoran dengan warung dan café. Nah, lo! Apa lagi tuh, Begini guys..

Kalau kita datang ke restoran pastinya yang terkesan konsepnya formal, dan harga makanannya melangit. Nah, kalau café, identik dengan tempat nongkrong bersama teman, sambil nyemil dan minum kopi. Tapi, kalau di warung, hee. Ya, layaknya makan di warteg (warung tegal), wardang (warung padang), atau warsun (warung sunda), gitu. Semua harga pas dan cocok di kantong semua kalangan dan nggak pakai konsep yang formal.

Begitu juga di WBH, selain bisa nongkrong berlama-lama seperti di café, resep masakan yang disajikan sekelas menu makanan di restoran. Daan, pastinya WBH menghadirkan suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Nggak ada skat antara penjual dan pembeli. Akrab, hangat dan bersahabat, layaknya makan berlangganan di warung. Hee. “Mau artis, pejabat, karyawan, mahasiswa, siapa saja. Saya perlakukan sama seperti sahabat,” aku Hoody.

“Awalnya, warung hanya sebagai peramai piala dunia 2010 lalu. Tanpa disangka, begitu piala dunia selesai, banyak dari pelanggan yang ingin WBH tetap ada. And than, setelah bernego dengan pemilik lahan. WHB yang berlokasi di Jl. Pejaten Barat Raya No 71 ini, tetap berdiri. Bahkan saking ngepopnya, banyak tawaran membuka cabang di berbagai wilayah di Jakarta,” aku Hoody.

Sebagai warung yang terkenal dengan masakan khas kambing. Putra ke tiga dari pasangan Abah Abdillah Segaf dan Maryam Ali Segaf ini, juga memperkenalkan aneka menu baru. Ada tulang bumbu, kambing goreng zaitun, kambing goreng samin susu (samsu). Ada juga menu andalan bernama nasi kucing Eropa. Nasi yang di balut dengan alumunium foil, yang diisi dengan beberapa daging. Dari sapi, kambing, ayam atau udang. Di atasnya ditaburi keju melted yang pastinya akan memanjakan lidah. Hemmm.. toop.

Hoody ngaku, keahlian meracik menu-menu sudah terasah dari kecil. Tepatnya, dari sang ayah ilmu memasak itu ia warisi. Ia juga memastikan, menu-menu di WBH tanpa kandungan monosodium glutamate (MSG). Minyak yang dipakai, menggunakan minyak zaitun dan buah di beberapa menu unggulan, guna meminimalisir kolesterol, meningkatkan kandungan gizi. Daan, pastinya fresh ingredient ini tidak ada ditempat lain.

Seperti taglinenya “The Most Frendly Restorant’. WBH terbuka untuk siapa saja. Mau buat ajang kumpul komunitas, temu kangen teman lama, acara stand up comedi, live show music, bisa diadakan di WBH. Bagi fans club sepak bola, WBH membuka peluang untuk nontong bareng sepak bola, Meski cuman lima orang. Tetap akan dijabani. Asyiik kaan.