FMIPA UI Berikan Penghargaan Ilmuwan Cilik

FMIPA UI Berikan Penghargaan Ilmuwan Cilik
Hibar Syahrul Gafur, penerima penghargaan ilmuwan muda kontributif dalam malam puncak MUN 2013

Hibar Syahrul Gafur. Familiar kah Jannaration dengan nama itu? Iya, dialah siswa SMP yang baru-baru ini mengharumkan nama bangsa sebagai pencipta sepatu antikekerasan seksual. Sabtu kemarin(7/9), Ia kembali mendapat penghargaan atas karyanya loh.. Kali ini datang dari FMIPA UI lewat event Mipa Untuk Negeri (MUN) 2013.

Dengan sumringah Hibar naik ke atas podium setelah namanya diumumkan sebagai penerima penghargaan ilmuwan muda kontributif dalam malam puncak MUN 2013, MIPA UI Awards. Siswa kelas 3 SMP 1 Bogor itu hanya bisa gugup saat mengucapkan terima kasih sembari dicandai oleh pembaca nominasi. Tak lupa, Hibar juga memamerkan sepatu antikekerasan seksual karyanya di depan hadirin.

Hibar mengakui inspirasi awal membuat sepatu listrik itu saat melihat berita perkosaan di televisi. Ia lalu terpikir membuat alat perlawanan dan pertahanan buat perempuan. “Sempet kepikiran mau bikin bra awalnya tapi ternyata berisiko. Lalu sempet juga sepatunya mau dipakaikan pisau tapi kayaknya nggak mungkin karena bahaya. Kalau listrik kan bisa bikin terkejut jadi pelaku langsung pingsan”, ujar Hibar yang berperawakan tinggi kurus.

Cara kerja sepatu ini kata Hibar cukup mudah. Posisi switch-nya dinyalakan ke posisi on, maka komponen sirkuit di dalamnya juga akan aktif. Dari baterei 9 volt, energi akan mengalir ke sirkuit. Di dalam komponen sirkuit tegangan dinaikan dan dirubah menjadi arus listrik yang mencapai 450 volt.

Sayang, sampai sekarang Hibar yang selalu rangking 5 besar ini belum mengantongi paten. “Harapannya semoga ada pihak yang membantu mendapatkan hak paten dan ada pengusaha yang mau memroduksi sepatu ini secara masal”, ungkap bungsu dari dua bersaudara itu.

Rahmat Zaki Iqbal, ketua panitia MUN 2013 FMIPA UI pun berharap dengan adanya awards yang diberikan pada ilmuwan muda tiap tahunnya ini makin banyak inventor muda seperti Hibar bermunculan. “Semoga sains makin jadi bagian dari kehidupan bermasyarakat dan pertumbuhan ilmuwan muda Indonesia makin pesat dan dihargai”.

Sebelumnya, sepatu bermodel wedges warna abu-abu itu pertama kali Hibar rancang untuk mengikuti kompetisi nasional Young Inventors Awards ke V tahun 2012 lalu yang diadakan LIPI. Namun, saat itu Hibar hanya mendapat gelar sebagai finalis saja. Meski demikian, LIPI kemudian mengajukan karya Hibar ke ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia. Medali emas pun diraih Hibar di ajang itu.