Chit-Chat Bareng Sir Dandy, Si Pebisnis ‘Slebor’

Chit-Chat Bareng Sir Dandy, Si Pebisnis ‘Slebor’
Sir Dandy dengan gitar kopong terbaliknya. (Dok. Organic Records)







Tanpa kreativitas, seorang Sir Dandy bilang hidup itu nggak bakal lengkap. Ibarat kata kayak nggak punya pacar, nggak ada yang nyemangatin. “Tapi kalo kita punya bekal kreativitas, kita bisa lebih menikmati hidup,” begitu kata pemusik, yang juga vokalis Teenage Death Star itu.

Sir Dandy merupakan sosok seniman serba bisa yang lihai mengolah berbagai keliaran ide. Perupa urban berbakat yang karya-karyanya banyak dilirik orang karena desainnya yang unik dan jauh dari kesan biasa. Dia juga dikenal sebagai musisi ‘slebor’ yang lagu-lagunya berdiri jujur dengan tema-tema di luar perhatian namun sanggup menggelitik siapa saja yang mendengar.

Pemuda bernama asli Dandi Achmad Ramdhani ini beberapa tahun belakangan juga dikenal sebagai pebisnis furniture dengan brand kebanggaannya “Harrington Home”. Di bisnis ini, ia sukses mengawinkan insting dan taste sebagai senjata utama. Mau tau kayak apa ceritanya? Simak deh chit-chat singkat Janna bareng seniman ‘slebor’ asal Bandung ini.

Musik, desain dan furniture kayaknya nggak bisa lepas dari seorang Sir Dandy. Apa yang bikin kamu lekat banget sama ketiganya, Sir?
Saya sangat lekat dengan ketiganya, karena ketiganya juga sangat lekat dengan saya. Artinya, tiga hal tersebut memang hal-hal yang saya sukai. Menurut saya, penting buat mengerjakan sesuatu berdasarkan apa yang kita sukai.

Kenapa sih milih bisnis furniture, kan kurang pop?
Bisa dibilang bakat dan kesempatan mempertemukan saya di bisnis ini. Kebetulan saya kuliah desain produk dan itu ilmunya udah lama nggak kepakai. Lagian saya juga suka bentuk-bentuk dan fungsi furniture. Tadinya sempet juga mau bisnis kapal tangker, tapi kapalnya belum punya. Bikin bisa sih, tapi kan lama. Ya udah deh jadinya bikin bisnis furniture aja yang cepet.

Ceritain dong awalnya ngebangun Harrington Home?
Awalnya dari ngisi furniture buat rumah kontrakan saya. Terus, beli-beli furniture bekas dan saya restorasi sendiri. Karena lama kelamaan susah banget dapet yang desainnya bagus-bagus, akhirnya saya bikin sendiri aja. Saya kasih brand Harrington Home.

Ada perasaaan takut gagal nggak waktu mulai bisnis ini?
Ada sih rasa takut. Tapi rasa kenikmatan ketika berhasil mengalahkan semua ketakutan akan kegagalan itu.

Kalo di musik Sir Dandy kan dikenal sebagai musisi ‘slebor’ dan ‘semau gue’, gimana saat jadi pebisnis?
Sebagai seorang pebisnis, sebetulnya saya masih mengandalkan insting dan taste saya. Ilmu bisnis saya masih mentah, tapi saya berani memulai. Jadi mungkin prinsip ‘slebor’ dan ‘semau gue’ masih saya pakai sebagai seorang pebisnis. He-he-he.

Apa hubungan antara hidup dan kreativitas menurut kamu, Sir?
Hidup itu tidak perlu harus kreatif, tapi kreativitas membuat kita bisa lebih menikmati hidup. Seperti halnya (dulu) Yuni Shara dan Rafi Ahmad aja. Saling mengisi dan melengkapi. Walaupun beda usia tapi (dulu) bisa saling menghidupi. Ha-ha-ha…

Kalo nggak ada kreativitas, hidup itu akan berjalan seperti apa?
Seperti nggak punya pacar, nggak ada yang memotivasi.

Komentar Sir Dandy tentang anak muda yang melakoni bisnis?
Seru sih, bisa banyak pilihan dan lebih kompetitif. Tapi, asal jangan bidang dan karyanya saja yang repetitif. Coba maksimalkan pengetahuan dan pendidikannya. Setelah itu, kembangkan minat bakat dan pengetahuan tentang bisnis yang diminati.

Yakinin pembaca dong Sir kalo dari bisnis kita bisa hidup?
Saya nggak bisa meyakinkan pembaca. Mungkin Mario Teguh atau Tung Desem lebih jago. Tapi saya cuma bisa bilang sebaiknya yakin dulu sama diri sendiri sebelum yakin sama orang lain.

Nama:   Dandi Achmad Ramdhani
Panggilan:  Sir Dandy
Tempat, tanggal lahir: Bandung, 29 september 1974
Pendidikan:
- SDN Banjarsari, Bandung
- SMPN 2 Bandung
- SMAN 9 Bandung
- Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan Desain Produk, Institut Teknologi Nasional, Bandung
Moto Bisnis: Jangan percaya sebelum mencoba
Pekerjaan: President Director for Harrington Home