Belajar Soal Ular di Aspera  

Belajar Soal Ular di Aspera  







Nggak takut sama ular dan pengen melihara? Wah, kayaknya kamu kudu gabung komunitas Aspera dulu nih! Yup, ini dia komunitasnya para pecinta reptil. Bukan sekedar ngobrolin reptil, Aspera juga bagi-bagi ilmu tentang reptil loh..

Awalnya, komunitas yang berdiri 4 April 2011 ini bernama Deric Education. Namun, pada 28 Desember 2012 lalu, Aspera jadi nama baru yang dipilih komunitas ini. Meski sama-sama menggunakan nama ular, Aspera diambil dari nama ular asli dan endemik Indonesia, Candoia aspera. Pendidikan memang sudah jadi misi Aspera buat mencapai visi sebagai komunitas reptil yang nggak sekedar suka-sukaan.

Kenapa ular? Soalnya ular hewan berbahaya yang hidup dekat dengan manusia. 70% pembahasan reptil di Aspera pun tentang ular, sisanya baru yang lain. “Banyak orang salah kaprah soal penanganan ular misalnya. Ular selalu dianggap jahat. Kita nggak harus takut sama ular karena ular yang takut manusia,” kata Arbi. Selain itu, aspek pelestarian reptil juga jadi visi Aspera.

Selain ada ‘penggojlokan’ internal untuk anggota oleh tim diklat, Aspera kerap mengisi pendidikan soal reptil ke masyarakat luas. Semua materinya pun telah disusun dalam ‘kurikulum’ yang disesuaikan pendidikan target sasaran. Misalnya, materi soal reptil yang diberikan pada siswa TK, SD dan SMP hanya sebatas pengenalan dasar ular. Sedangkan, tingkat SMA ke atas, Aspera juga ngasih materi soal bagaimana cara menangkap ular.

Prosesnya pun simple, anggota Aspera biasanya melakukan presentasi sembari memperlihatkan berbagai jenis ular ke anak-anak. Mulai dari yang nggak berbisa, berbisa, ular langka, ukuran, habitatnya, cara makan, berkembang biak, dan banyak lagi. Cara-cara meghadapi ular juga diinfokan loh.. Sedangkan, selain materi-materi dasar tersebut, peserta didik SMA ke atas juga dapat praktik bagaimana menangkap ular. “Istilahnya ‘herping’. Jadi itu kita nyari ular, kita data, trus kita lepas lagi,” kata Arbi.

Meskipun mengklaim sebagai komunitas reptil, Aspera juga nggak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang lebih suka memelihara amfibi seperti kodok atau buaya. Kata Arbi, hewan amfibi pun akan diulas habis kalau ada peminatnya. Seandainya pun kamu nggak memelihara reptil apapun tapi punya ketertarikan buat belajar tentang reptil, Aspera juga terbuka buat kamu loh..

Tiap anggota baru yang bergabung akan dibekali pengetahuan dasar seperti nama latin, jenis bisa, panjang maksimal, cara berkembang biak, dan lainnya. Dengan demikian, anggota bisa memilih reptil apa yag ingin dipelihara. Namun, Aspera selalu merekomendasikan memelihara reptil atau ular yang nggak berbisa sehingga nggak berisiko kematian. “Kalau memelihara yang berbisa itu saat memindahkannya ibarat memindahkan granat, salah sedikit nyawa taruhannya. Apalagi ada banyak yang antivenomnya yang nggak ada di Indonesia,” ungkap Arbi

Dengan slogan andalan ‘We Care About Reptile’, Aspera juga nggak lupa buat melestarikan reptil. Apalagi, hampir semua reptil dikategorikan dalam appendix alias dilindungi. Aspera sebagai komunitas juga ingin agar BKSDA (Badan konservasi Sumber Daya Alam) merangkul lebih banyak komunitas pecinta reptil agar banyak yang ikut membudidayakan reptil kesayangnnya. Nyatanya, memang Aspera selalu membeli hewan dari breeder atau peternak. Selain itu, setelah ada yang berkembang biak, Aspera juga akan merilis reptil-reptil tersebut setelah menetas.