Bank Sampah di Pondok Modern El Madani

Bank Sampah di Pondok Modern El Madani
Proses pembangunan (foto atas). Peresmian pondok oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor. KH. Hasan Abdullah Sahal. Dan foto bersama santri di Ponpes Modern El Madani. Lamongan Jawa Timur. (Foto: Dok. Nofan Budi S)

Kalau kamu berkunjung ke sebuah Pondok Pesantren di Indonesia ini, pastinya ada seseorang yang dijadikan sosok sebagai Kyai di pondok itu. Dan rata-rata usia mereka di atas tiga puluh tahun. Berbeda dengan pondok di Lamongan ini. Semua pengurus dan asatidnya masih muda-muda. Masih fresh graduate dengan beragam jurusan atau keahliannya. Dan sebagian juga, masih ada yang belajar di perguruan tinggi.

Namanya Pondok Pesantren Modern El Madani. Tepatnya berlokasi di desa Delanggu, dusun Dandangan, RT 04/01 Lamongan Jawa Timur. Siapa saja, bisa menjadi santri di sini tanpa dipungut biaya. Alias freee. Tapi dengan satu syarat yaa. Mau belajar dengan sungguh sungguh. Just it! Kurikulum yang diajarkan nggak hanya dibidang agama. Soal kreatifitas, entrepreneur, kemasyarakatan juga diterapkan.

Hebatnya lagi, mereka menghidupi pondok ini dengan usaha sendiri. Yaitu, dengan membuat Bank sampah. Sesuai slogan mereka, ‘Anda Membuang Sampah Anda Beramal’.  Caranya, dengan mengumpulkan sampah (khususnya sampah non Organik) dari masyarakat sekitar, lalu dihargai sesuai berat sampahnya. Banyak juga yang ngasih sampah secara cuma-cuma. Berhubung masih terbatas fasilitas, sampah tersebut dijual ke pengepul. Nofan berharap ke depannya, bisa mengolah limbah sampah menjadi barang ekonomis dan bisa jadi pemasukan untuk pondok.

Nggak hanya itu, pondok yang saat ini sudah ada 28 santri dengan beragam latar belakangnya ini, punya usaha kopi dan kecap juga looh. Berhubung lokasi sekitar pondok berupa tambak. Maka, salah satu program nyatanya, membantu masyarakat yang kurang mampu. Caranya, menjual hasil panen ikan dengan kongsinyasi atau bagi hasil. Hasil keuntungan itu dibagi 30% untuk penjual dan sisanya untuk kas pondok.

Nofan Budi Santoso. Pimpinan Ponpes Modern El Madani

Nofan Budi Santoso. Pimpinan Ponpes Modern El Madani Lamongan Jatim

Salah satu sosok yang menjadi pioneernya adalah Nofan Budi Santoso. Pria kelahiran Lamongan, 26 Nopember 1987 ini, menjelaskan bahwa awal muda pondok ini dari sebuah yayasan kecil yang berdiri pada tanggal 21 Juni 2010 di Sidoarjo.

“Saat itu, domisili Yayasan berada di Sidoarja. Bersama H. Heri Susianto dan Adul Halim. Kami sepakat untuk pindah ke Lamongan dan tinggal di masjid Al Mukhlisin yang lokasinya nggak jauh dari rumah saya. Atas izin pengurus masjid, kami disediakan kamar untuk berkreasi apa saja,” kenang Nofan pada Janna saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/2) lalu.

Sejak itu hingga tahun 2011, belum ada perkembangan signifikan tentang pendirian pondok. Aktifitas mereka baru sebatas membantu pengurus masjid. Dari bersih-bersih masjid hingga khotib Jumat. Puncaknya saat itu, ada donatur yang menyumbangkan tanahnya untuk dijikan tempat tambak ikan. Dari situlah Nofan dan teman-temannya memulai merintis pondok. Lebih mantapnya lagi saat peresmian pondok langsung dihadiri oleh pimpinan pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal (1/12/2013).

Nah, kalau kamu mau ikut serta bantu untuk perkembangan pondok. Bisa kok, Jannaration. Mau jadi donatur atau apa saja, kamu bisa menghubungi ke nomer ini 085745040964 (Nofan) atau bisa juga menyalurkan bantuan ke rekening Bank BRI nomer 087401022574537 atau Bank Mandiri 1410010608867 a/n Yayasan Lentera Insan Madani.

Hingga sekarang, dengan segala keterbatasan yang ada, proses pembangunan asrama dan infrastruktur lainnya terus berjalan. Nofan berharap dengan kehadiran pondok ini, bisa ikut serta berkontribusi memajukan pendidikan yang menjadi hak bagi warga negera di Indonesia. Terlebih lagi generasi muda Indonesia. Wah, salut deeh buat Nofan dan teman-teman lainnya. Maju terus bro!