Arsitektur UI Angkat Wakatobi dalam Pameran Ekskursi

Arsitektur UI Angkat Wakatobi dalam Pameran Ekskursi
Eksibisi Ekskursi Wakatobi Jurusan Arsitektur UI

Semakin majunya perkembangan zaman, seringkali warisan tradisional dilupakan begitu saja. Makanya, generasi muda emang harus banget nih memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing, biar warisan budaya kita nggak cepat dilupakan. Kayak teman-teman kita dari jurusan arsitektur UI ini misalnya!

Mengambil tema ‘Tanah Airku, Air Tanahku’, mereka bikin pameran hasil ekskursi di perairan Wakatobi, sebagai upaya memperkaya literatur arsitektur tradisional nusantara. Iya, karena nantinya semua yang dipamerkan juga akan tertampung di buku yang nggak lama akan mereka luncurkan. “Targetnya memang melengkapi arsitektur nusantara, dari buadaya nusantara sendiri, terutama di bidang arsitektur,” ujar Satria Putra, ketua Ekskursi Wakatobi 2013.

Tahun ini, ekskursi yang mereka jalani agak unik, karena yang jadi fokus di Wakatobi ialah pemukiman Suku Bajau yang tinggal di perairan. Kata Satria, hal ini pulalah yang mendasari penentuan tema tahun ini. Jika biasanya kita hidup di atas tanah, maka yang digunakan Suku Bajau sebagai tanah ialah air. Ekskursinya sendiri, telah dilakukan tim Arsitektur UI sejak Juli sampai Agustus 2013 lalu. Sebelumnya, sejak Maret mereka juga telah melakukan riset seperti mencari data awal, mencari narasumber orang Wakatobi, dan menghubungi pemda setempat.

Benar saja, mengitari era eksibisinya, banyak loh informasi tentang keseharian Suku Bajau yang bisa didapat. Aktivitas keseharian seperti menangkap ikan, teknik menjaringnya, aktivitas rumah tangga seperti mengolah makanan, memasak, serta transaksi jual beli di atas air yang tentunya unik dan menarik. Segala aktivitas keseharian ini tentu saja berkaitan erat dengan bagaimana mereka mendesain tempat tinggalnya yang di atas air itu.

“Kita juga ngeliat aktivitas budayanya, tapi tetap dihubungkan ke ruang atau rumahnya itu sendiri, akhirnya kok terbentuk ke bentuk rumah yang seperti ini dan pemukiman kayak gini. Trus dari lingkungan sekitarnya gimana, filosofisnya gimana, kalo daerah-daerah gitu kan masih kental ya filosofinya,” jelas Satria lagi. Tim ekskursi pun mendisplay potret keseharian itu dalam berbagai dimensi sehingga lebih menarik. Ada fotografi, sketsa, maket, video dan instalasi.

Ingin mengenal kehidupan Suku Bajau lebih dekat? Pameran Ekskursi Wakatobi ini sendiri masih berlangsung kok di lantai dasar Perpustakaan Pusat UI sejak 25-28 November. Selain itu, yang penasaran dengan buku yang akan mereka luncurkan, bisa datang ke Serambi Galeri Salihara pada 14-15 Desember nanti. Di sana, pameran yang lebih lengkap akan diadakan, juga ada sesi talkshow dan bedah buku Ekskursi Wakatobi karya Himpunan Arsitektur UI ini guys! Ekskursi yang jadi agenda tahunan Himpunan Arsitektur UI ini sebelumnya juga telah mengunjungi Mentawai, Alor, Banjar, dan lainnya.