Akhirnya ‘The Cuckoo’s Calling’ Hadir di Indonesia!

Akhirnya ‘The Cuckoo’s Calling’ Hadir di Indonesia!







Waktu baru menunjukkan pukul delapan pagi saat ratusan orang mulai berbaris di depan toko buku Gramedia Gandaria City, Jakarta, (22/12). Padahal, belum ada sama sekali tanda-tanda toko buku itu bakal segera dibuka. Antrean manusia pun makin mengular saat jarum jam mendekati pukul sepuluh. Selang beberapa menit kemudian, seruan “Buka! Buka!” terdengar dari kerumunan orang itu sampai akhirnya toko benar-benar dibuka.

Nggak heran hari itu ramai banget, soalnya mereka memang sengaja mengantri demi dapetin 100 buku ‘The Cuckoo’s Calling’ gratis alias cuma-cuma. Makanya, banyak yang berlomba-lomba buat datang paling pagi biar dapat urutan 100 besar.

‘The Cuckoo’s Calling’ menceritakan tentang penyelidikan kasus pembunuhan seorang model di Inggris. Novel ini pertama kali terbit pada April 2013 lalu dan mencuri perhatian dunia kesusastraan Inggris lantaran penulisnya, Robert Galbraith, dinilai berhasil membuat karya debut yang di atas rata-rata. Namun, beberapa bulan kemudian, tepatnya Juli 2013, akhirnya terbongkar kalau Robert Galbraith hanyalah nama samaran yang digunakan oleh JK. Rowling. Tau dong siapa dia? Yap, ialah sang kreator Harry Potter dan juga salah satu wanita terkaya di Britania Raya. Setelah terungkap siapa Galbraith sebenarnya, permintaan novel ini pun melonjak tajam dan langsung menduudki peringkat 1 di Amazon, seperti yang diberitakan theguardian.com, 15 Juli 2013 lalu.

So, seperti penggemar JK Rowling lainnya di seluruh penjuru dunia, penggemar Rowling di Indonesia nggak mau ketinggalan pas Gramedia mengumumkan ada 100 buku gratis yang akan dibagikan di hari pertama buku ‘The Cuckoo’s Calling’ diedarkan. Khusus satu hari itu sampai pukul 13.00, Gramedia juga menyediakan 100 voucher diskon 70%, 100 voucher diskon 50%, dan voucher diskon 30% buat para calon pembeli yang dibagikan sesuai waktu kedatangan. Siapa yang nggak mau, ya nggak? Apalagi mereka yang ngaku fans berat JK Rowling.

Sejak awal mengantri, para pengunjung juga diajak memecahkan game crossword sambil menunggu toko di buka. Pengunjung yang berhasil memecahkan game pertama itu, lalu diajak bermain secara berkelompok dengan pengunjung lain. Dengan konsep crack cuckoo’s calling, mereka diberikan tantangan memecahkan kode-kode yang mengantarkan mereka pada misi selanjutnya. Tentunya, semua soal berhubungan dengan buku ‘The Cuckoo’s Calling’ maupun JK Rowling dan karya-karyanya. Setelah melalui berbagai trivia games banyak hadiah sudah menanti mereka buat dibawa pulang.

Antusias jelas terlihat dari mereka yang hadir. “Bagi kita karya-karya JK Rowling itu karya yang layak untuk dibaca, layak ditunggu. Kayak kemaren kan ada ‘Casual Vacancy’, kita juga ngerasa harus kit abaca, itu kan politik jadi penasaran gimana sih? Kalo sekarang kan detektif, nah itu beda banget dari ‘Harry Potter’. Kita pengen tau dong gimana dia nulisnya,” papar Rury Piliang, salah seorang penggemar JK Rowling dari komunitas Indo Harry Potter, antusias.

Apalagi, momen launching buku ini juga diramaikan oleh beragam games dan kuis yang bikin pengunjung makin semangat setelah dapat buku gratis maupun diskon. Gramedia sengaja membuat launching ‘The Cuckoo’s Calling’ makin meriah dengan bekerja sama dengan komunitas Indo Harry Potter yang mengakomodir susunan acara. “Kita tau Indo Harpot itu semangat banget ya sama buku-bukunya Rowling. Jadi kita kasih kesempatan buat mereka berkumpul lagi setelah buku Harry Potter sudah berakhir, dan ini kita kasih tempat buat memulai lagi kegiatan. Kami juga ingin member kesempatan seluas-luasnya buat pembaca dan kasih diskon juga,” ujar Siska Yuanita, editor Gramedia di sela-sela acara launching (22/12).

Penasaran seperti apa novel terbaru JK Rowling a.k.a. Robert Galbraith ini Jannaration? Siska yang juga berperan sebagai penerjemah dan editor ‘The Cuckoo’s Calling’ bilang ini novel detektif yang layak dibaca. “Ketika saya mulai baca dan akhirnya selesai, siapapun yang menulis ini apakah itu Galbraith atau Rowling, ini adalah buku yang bagus. Cuma karena ini eksposenya Rowling, ya tentu saja semua ikut baca dan jadi best seller. Tapi ini sesungguhnya buku yang benar-benar bagus, asli bagus!”